Efesus 6 : 11

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis Efesus 6:11

Sumbangan Suka Rela untuk Dana Natal 2010 melalui Rekening 8090081889 BCA - herman sihombing Rp.1.000.000 Anita Rp 1.000.000....reni aryani .SH Rp.50.000 Semi Rp.20.000 - Samuel Rp.5.000.000 - anak Tuhan Rp 150.000 Pdt. Gilbert Rp.15.000.000--Tuhan Yesus Memberkati........--->>> Salurkan Bantuan Anda Untuk Pelayanan Tuhan melalui BCA No.Rek. 8090081889

Selasa, 16 November 2010

Slamat Datang

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia memakai lambang yang sama dengan Dewan Gereja-gereja se Dunia (DGD), menandai keesaan dalam usaha, kerja dan doa. Lambang ini adalah salah satu lambang tertua dari gereja, berupa: sebuah KAPAL yang tengah berlayar di seluruh perairan dunia dengan muatan tertentu, yaitu IMAN, PERSEKUTUAN, PENGHARAPAN. Di tengah-tengah kapal OIKOUMENE itu tertanam sebuah SALIB. Kapal ini mengingatkan kita akan kapal yang dipergunakan Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya di danau Galilea, hampir dua ribu tahun silam.
APA OIKOUMENE ITU?
Kata oikoumene berasal dari bahasa Yunani: oikos 'rumah', menos 'tinggal'. Dalam kamus Yunani yang disusun oleh Barclay M. Newman Jr, 'dunia' antara lain diterjemahkan sebagai kerajaan Romawi, dalam arti dunia yang didiami manusia. Pernah juga diartikan "dunia yang beradab" (sebagai lawan dari dunia orang kafir dan primitif). Pengertian Kristen dalam hal ini berarti dunia yang termasuk Kerajaan Kristus. Dan pekerjaan yang bersifat oikoumenis berarti pekerjaan yang meliputi keseluruhan dunia Kristen. Bagian terpenting yang ditampilkan dalam pekerjaan oikoumenis ialah persatuan dan persekutuannya, sekalipun ada perbedaan di antara gereja-gereja Kristen.
Oikoumene berhak menyebut dirinya oikoumene sejauh keberadaannya berfungsi sebagai garam dunia. Artinya, memberitakan Injil dan bersaksi di alam dunia.
Saat hari Pentakosta tanggal 25 Mei 1950 di Jakarta, 30 wakil resmi dari gereja-gereja Kristen Protestan mengambil keputusan untuk membentuk Dewan Gereja-gereja di Indonesia (kini PGI) sebagai karya kesaksian dan pemberitaan. DGI hadir sebagai suatu gerak dan bukan sekadar ada saja. Persekutuan ini penuh dengan aksi dan dinamika, karyanya diarahkan pada penyelamatan dunia dengan manusia yang mendiaminya. Landasannya ialah persaudaraan Kristen, sedang sifat dan hakikatnya ialah missioner. (Buku "Maka Dunia Akan Tahu" - LAI/1994).
pakah Saudara Pendeta yang Tepat di Tempat yang salah? PDF Print E-mail
Wednesday, 13 October 2010

ImageTidak peduli seberapa baik atau salehnya saudara sebagai seorang pendeta, tetapi kalau saudara tidak pas dengan jemaat, maka akan sulit untuk membuat gereja saudara bertumbuh.

Salah satu unsur terpenting - tetapi sering dilupakan - dalam menumbuhkan gereja adalah menempatkan pemimpin yang tepat di tempat yang tepat.

Tidak peduli seberapa baik atau salehnya saudara sebagai seorang pendeta, tetapi kalau saudara tidak pas dengan jemaat, maka akan sulit untuk membuat gereja saudara bertumbuh.

Suatu saat kami menempatkan seorang yang berasal dari Atlanta untuk memulai sebuah gereja di California Selatan. Dia adalah orang yang baik dan perintis gereja yang bagus. Dia pernah merintis sebuah gereja dan gereja teersebut bertumbuh jadi 200 jemaat. Saya pikir dia bisa lakukan hal yang sama di California. Tetapi setelah satu tahun gerejanya tidak bertumbuh. Cuman ada tiga sampai empat orang yang jadi jemaat. upanya apa yang dia kerjakan tidak berhasil.

Tetapi saya tahu masalahnya bukan terletak pada pribadi pendeta ini.

Jadi saya tanyakan pada dia kira-kira apa masalahnya. Dia jujur mengatakan, "Saya merasa tidak pas dengan komunitas disana." Dia merintis gereja di komunitas dengan mayoritas penduduk kaya di usia paruh baya yang memiliki anak-anak remaja. Dia merasa lebih pas dengan pasangan muda dan orang-orang yang belum menikah.

Jadi kami pindahkan dia ke salah satu kota dekat situ, dan dalam tempo satu setengah tahun gerejanya sudah punya anggota jemaat lebih dari 200 orang.

Pendeta yang tepat, di tempat yang salah.

Kalau saudara ingin mendapatkan pertumbuhan maksimal dalam gereja saudara maka pendetanya, jemaatnya dan komunitasnya haruslah jadi satu pasangan yang pas. Kalau ketiga unsur ini cocok maka saudara punya potensi untuk bertumbuh. Kalau salah satu unsur tersebut tidak pas, pertumbuhan masih mungkin tapi biasanya jauh lebih lambat dan lebih susah. Saudara perlu pahami hal ini.

Dulu waktu saya masih kuliah, saya menjadi penanggung jawab pendeta di sebuah gereja kecil dengan jemaat 19 orang. Semua jemaat di gereja tersebut pekerjaannnya adalah supir truk - semuanya. Orang-orang tersebut mengasihi saya. Mereka semua baik kepada saya. Saya juga mengasihi mereka. Tetapi saya merasa kurang pas dengan mereka. Saya tidak punya bakat mekanis dalam diri saya. Mereka perlu pendeta yang tangannya suka berlumuran oli. Dan bukan saya orangnya. ( Sekarang Rick warren menggembalakan Saddleback Church dengan kehadiran rata-rata 20 ribu orang tiap minggunya).

jadi hal terbaik yang bisa saya kerjakan bagi gereja tersebut adalah meninggalkannya dan menyerahkan pada orang yang lebih cocok bagi mereka. Ini bukan masalah kekalahan bagi saya atau bagi gereja. Saya hanya tidak cocok saja menggembalakan mereka.

Apakah saudara cocok menjadi pendeta di gereja saudara?

PUISI NATAL

Hatimu, bilik terindah bagi-Ku

Aku hendak turun untuk melihat-lihat
Bagaimana kehidupan manusia yang Ku ciptakan
Sebab telah lama Ku dengar kabar tentang mereka
Kabar yang sungguh memilukan hati-Ku

Aku telah merancangkan dari mulanya
Bahwa mereka akan hidup di hadapan-Ku
Bersama dengan-Ku selamanya
Bahwa jika mereka bersama-Ku
Mereka tidak akan pernah mengalami kekurangan

Aku sedih, ketika waktu itu
Di rumah yang begitu indah dan mewah
Yang Kuberikan sebagai hadiah pertama-Ku
Aku mendapati mereka telanjang
Telanjang di tengah-tengah segala kelimpahan harta
yang telah Ku sediakan, hanya bagi mereka

Mengapa? Apakah semua itu tidak cukup?

Malam itu, setelah ribuan tahun terlewatkan
Aku datang, datang kembali mengunjungimu
Aku mendapati engkau terlalu sibuk,
Sibuk dengan dirimu sendiri
Hingga kehadiran-Ku tak engkau pedulikan
Tak ada tempat di rumahmu bagi-Ku

Di mana? Di mana tempat yang hangat yang bisa Aku tempati
Tuk menghangatkan tubuh mungil-Ku yang kedinginan?
Tak ada! Tidak ada satu pun bilik yang kosong di rumahmu
Hanya kandang hewanmu yang tersisa untuk-Ku
Namun tidak mengapa
karena itu pun sudah cukup bagi-Ku waktu itu

Seandainya saat ini engkau telah menyadari
Bahwa Aku telah datang kembali untukmu
Tolong, bukalah bilik hatimu,
agar Aku dapat masuk dan tinggal di sana
Dan menjadikannya bilik terindah bagi-Ku dan bagimu.

Lagu Gereja